Program “15 Menit Membaca Senyap” (Literasi Baca-Tulis) : Program ini adalah inisiatif paling umum dalam Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang fokus pada pembiasaan membaca. Setiap hari sebelum memulai pelajaran pertama, seluruh warga sekolah (siswa, guru, dan staf) wajib membaca buku non-pelajaran (fiksi atau non-fiksi) selama 15 menit dalam suasana hening.
Pojok Baca dan Mading: Membuat sudut baca yang nyaman di kelas dan mading untuk menampilkan karya literasi siswa, seperti puisi, cerpen, atau ulasan buku.
Lomba Menulis dan Membaca: Mengadakan perlombaan setiap tahun untuk mengapresiasi karya siswa, seperti lomba menulis cerpen, esai, atau puisi, dan lomba pidato literasi, dalam Festival Lomba Bulan Bahasa dan Sastra.
Diskusi Buku dan Mengulas Buku: Mengadakan sesi diskusi kelompok untuk membahas buku yang telah dibaca pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, sehingga siswa dapat berbagi pemikiran kritis dan memperkaya wawasan.
Kunjungan Perpustakaan: Menjadwalkan kunjungan rutin ke perpustakaan sekolah untuk membantu siswa menemukan dan mengakses sumber bacaan yang beragam.